Thanks kamu yang ke

Tampilkan postingan dengan label everything love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label everything love. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Oktober 2011

Kita, Warna dan Cinta

0


Cintaku penuh warna yeyeyey. Malam-malam mau meng-nggak jelas ah hoho. Sebenarnya postingan kayak gini lebih cocok kalau Happy post di blog Happy yang happyalvi.blogspot.com. Tapi entah kenapa rasanya pengen ngepost di sini. Nggak papa lah ya, nggak beda kok hihi.

Malam ini saya rasanya lagi jatuh cinta banget sama orang yang biasanya. Setiap orang yang jatuh cinta, pastinya tidak tahu mengapa dia jatuh cinta pada seseorang itu, ya kan. Oke lah mungkin sebagian jatuh cinta karena mungkin orang itu masuk dalam kriteria orang yang menurutnya patut dicintainya. Tapi kok kalau menurut saya itu bukan cinta ya namanya. Mungkin lebih ke rasa suka, kagum, tertarik karena kelebihan-kelebihannya.

Padahal, namanya saja JATUH cinta, pastinya kan tidak karena disengaja toh? Saya sendiri, jatuh cinta karena tak tahu apa yang membuat saya cinta padanya. Tapi cinta itu mengalir begitu saja. Dan ngomong-ngomong soal alasan jatuh cinta, tiba-tiba saya ingat satu hal. Warna.

Ada apa dengan warna? Dan apa hubungannya dengan cinta saya? Sederhana saja yang saya pikirkan. Saya adalah penyuka warna biru. Dan pacar saya adalah penyuka warna merah. Lalu? Seperti yang kita semua tahu, campuran yang tepat antara warna merah dan biru menghasilkan warna merah muda. Ya. Itu lah cinta kami. Sederhana bukan?

Hihihi nggak jelas banget yah postingannya. Biarin deh ya :D

Read more

Minggu, 16 Oktober 2011

Lamaranmu Kutolak!

0

Nggak sengaja pas searching-searching, blog walking nemu artikel ini. Mungkin sebagian besar teman-teman sudah pernah membacanya. Yapp, artikel dengan judul Lamaranmu Kutolak! ini sudah tersebar di berbagai blog maupun note facebook. Namun ijinkan saya menuliskannya kembali sebagai pembelajaran, karena kisah ini sungguh menarik, sederhana, dan sarat makna, hehe. Hm, awalnya ku kira kisahnya sedih, ternyata nggak juga tuh. Hihi.


LAMARANMU KUTOLAK!
Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah.
Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.
Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya. Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya.

“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.

“Iya, Pak,” jawab sang muda.

“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya sambil menunjuk si perempuan.

“Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.

“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!” balas sang setengah baya.


Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”

“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku tak mau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya. Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya, keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda.

Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”

“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.

“Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.

“Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?”

“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.”

“Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”

Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”

“Kamu lulusan mana?”

“Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus terbaik di Indonesia lho Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan?”

“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”

“Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik anak-anakmu kelak?”

Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja lho.”

“Jadi kamu sudah bekerja?”

“Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera jualan produk saya Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.”

“Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku.”

“Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu, kalau kerja saja nggak becus begitu?”

Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.”

“Rencananya maharmu apa?”

“Seperangkat alat shalat Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf.”

“Tapi saya siapkan juga emas seratus gram dan uang limapuluh juta Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”

Bisikan, “Dia jago IT lho Pak”

“Kamu bisa apa itu, internet?”

“Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya nge-net.”

“Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.”

“Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Blog, Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”

Bisikan, “Tapi Ayah…”

“Kamu kesini tadi naik apa?”

“Mobil Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.”

“Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”

“Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini namanya payah. Memangnya anakku supir?”

Bisikan, “Ayahh..”

“Kamu merasa ganteng ya?”

“Nggak Pak. Biasa saja kok”

“Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang cantik ini.”

“Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”

Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?”

Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.

“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur’an dan Hadits?”

Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga. Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, “Pak, dari tiga puluh juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja. Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”

Sang setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda. Itu cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih tertatih.”

Mata sang muda pun ikut berkaca-kaca.

SELESAI

Nah, udah baca kan?
Syukurlah karena kisahnya berakhir bahagia. Kisah lamaran yang begitu rumit karena ulah sang calon mertua ini cukup menginspirasi dan jalan ceritanya masuk diakal. Selain itu pesannya dapet banget, apalagi bagi pemuda. Lewat kisah di atas, mereka diajarkan jadi pemuda tahan banting alias kuat mental jika dihadapkan pada situasi sama seperti di atas! hehe :D

Yah, semoga kisah pejantan tangguh di atas bisa bermanfaat untuk kita semua hihi :D

Read more

Selasa, 29 Maret 2011

Takdir Cinta Tuhan

0


Saat terlahir, manusia diciptakan untuk berpasangan. Tuhan telah menciptakan pasangan hidup itu dan menyatukan hati keduanya dalam kebersamaan.
Tugas manusia adalah menanti, mencari, dan menemukan di mana pasangannya itu berada. Dan Tuhan menurunkan isyarat bila saat itu hadir di mana hanya hati yang memahami isyarat itu.
Ada yang ditakdirkan bertemu dalam waktu singkat. Ada pula yang harus menanti dalam waktu yang lama. Ada yang ditakdirkan bersua dalam cinta yang indah. Ada pula yang harus bersatu tanpa cinta.

Orang yang paling beruntung adalah orang yang bisa menemukan pasangan jiwanya dalam cinta yang indah dan dalam waktu yang singkat.

Kisah Indah Vena Mars, halaman 280

nomoresorrow

Read more

Kamis, 27 Januari 2011

Siapa Cintaku?

0



Menurut penelitian seorang psikolog [lupa namanya tapi Happy dengar ini dari suatu seminar] dikatakan bahwa sebenarnya untuk jatuh cinta, seorang manusia punya kriteria sendiri berdasarkan usianya.
Jadi, perbedaan usia seseorang menentukan seperti apa pasangan yang diinginkannya. Dan dalam hal ini, dibagi menjadi tiga, yaitu :
©       Usia 0 sampai 20 tahun
©       Usia 21 sampai 40 tahun
©       Usia 41 sampai 60 tahun

Apa yang membedakan?

Usia 0 Sampai 20 Tahun
Di usia ini, manusia mempunyai slogan Siapa Dia. Siapa dia? Orang mana? Bagaimana dia? Baik kah? Rajin kah? Santun kah? Pintar kah? Kaya kah? Taat beribadah kah? Dan kah-kah lainnya.

Usia 21 Sampai 40 Tahun
DI usia ini, manusia mempunyai slogan Siapa Aku. Siapa aku? Misal : Sarjana. Aku cari pacar minimal juga harus sarjana. Siapa aku? Anak orang kaya. Pacarku pun harus demikian. Siapa aku? Orang yang rajin ibadah. Pacarku harus lebih daripada aku. Dan siapaaku-siapaaku lainnya. Tak jarang seseorang menjadi minder atau tak percaya diri untuk mengakui cintanya karena perbedaan yang ada.

Usia 41 Sampai 60 Tahun
Nah . . . Di usia ini, manusia mempunyai slogan agak menggelitik : Siapa Saja. Wahahaduh. Udah kepentok umur kali yaa, hhihi :D

Tidak semua manusia seperti itu, tapi menurut survey seorang psikolog selama bertahun-tahun, memang begitulah adanya. Apakah Anda juga? :D

nomoresorrow

Read more

Tanda-Tanda Jatuh Cinta

0

Ada 1001 macam definisi tentang cinta. Tiap orang punya definisi sendiri-sendiri, tergantung dengan apa yang sedang dialaminya. Tak seorang pakar pun bisa mendefinisikan dengan pasti. Tapi yang pasti, cinta itu perasaan yang muncul dari hati yang penuh dengan kekuatan jiwa dan sulit dirangkai dengan kata-kata [halah]. Definisi ini pun sulit dimengerti, hho. Trus apa dong cinta? Memang bikin pusing kok :D

Ada orang bilang, kalau kita sudah kenal cinta, kita baru tahu jawaban pastinya. Betul. Di awalnya cinta memang indah. Ada perasaan beda yang bisa membuat hati kita selalu berbunga-bunga [musim semi, kali] dan memikirkan yang indah-indah. Tapi cinta bukan sekedar bersenang-senang, karena cinta juga bisa membuat kita pusing tujuh keliling. Akibat yang ditimbulkan cinta pun banyak. Dia bisa menghantam jiwa kita, dia bisa membuat kita gemetaran, dia bisa membuat kita nggak berdaya, dia bisa juga bikin kita sensitif, sedih berat, dan akibat-akibat lainnya. Tapi cinta juga bisa memberi kita kegembiraan. Cinta memang kayak nano-nano, ada asamnya, manis, pahit, asin, hambar campur aduk jadi satu.

Pertanyaannya, mengapa cinta bisa bikin kita kayak gitu? Jawabannya adalah karena kita mengijinkan orang lain menyelidiki hati kita, mengetahui isi hati kita, mengetahui siapa diri kita sampai ke dalam jiwa kita. WOW spesial amat ya orang ini?

Jika kita membiarkan orang lain tahu siapa diri kita, sebetulnya nggak perlu lagi kita khawatir. Karena cinta adalah perasaan yang paling indah yang dikaruniakan Tuhan. Cinta adalah satu hal yang setiap orang mencarinya. Maka kalau berani jatuh cinta, harus berani pula menanggung akibatnya.

Kamu lagi jatuh cinta kah? Cuma kamulah yang tahu. Biasanya cowok lebih bisa memendam rasa cintanya daripada cewek. Cowok tetap stay cool walau dia sedang jatuh cinta berat. Wajahnya tetap biasa saja saat ketemu dengan cewek yang diincarnya. Bahkan banyak pula yang nggak terlihat kalau dia sedang naksir berat. Tapi ada juga cowok yang grogi kalau berhadapan dengan cewek yang disukainya. Beda sama cewek, baru ngelihat dari jauuh saja sudah salting, mukanya memerah dan nggak tahu lagi harus ngapain. Tiba-tiba saja sikapnya jadi cengeng.

Nih tanda-tandanya kalau kamu lagi jatuh cinta :
©       Kamu memberi perhatian terhadap apa saja yang dilakukannya
©       Setiap saat hanya dia saja yang ada di kepalamu
©       Hatimu berbunga-bunga kalau memikirkan dia
©       Kalau dia melakukan hal-hal yang aneh, kamu bilang itu keren
©       Kamu rela meninggalkan acaramu hanya untuk melihat acara dia
©       Kamu berangan-angan pengen jalan bareng bersamanya
©       Kamu pikir dialah yang paling baik, palling keren, paling segalanya
©       Kamu tak pernah berhenti berpikir tentang dia
©       Kamu selalu menunggu saat kapan kamu berjumpa lagi dengannya
©       Kamu bilang tingkahnya lucu, asyik dan lainnya, padahal mungkin menurut yang lain biasa aja
©       Kamu menaruh perhatian terhadap apa saja yang dilakukannya
©       Kamu malu atau jantungmu berdetak lebih keras kalau ketemu dia

Bagaimana bagaimana? Apakah sedang merasakannya juga? Hehehe. Atau menurutmu jatuh cinta itu lain? Seperti apakah itu? Silakan share yaa :)

Read more

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates | Best Web Hosting